“HANYA KARENA UANG DAN KEKUASAAN MENJUAL KESETIAAN”



Atas nama Uang dan Kekuasaan bisa menjual Harga Diri, jual bangsa, jual sahabat, teman baik, keluarga berturun-temurun yang berujuk pada konflik horizontal, baku bunuh, baku pisah, lupa bergaul, dan lain sebagainya yang bersifat pecah-belah suku marga dan kebangsaan.

Bila kita mudah terpengaruh dengan uang dan kekuasaan maka, sudah pasti penguasa dengan mudah menjajah, menindas, membodohi, membunuh, merampas, menguasai, menghabisi, merampok dan lain sebagainya.

“Orang Papua Bersekolah Untuk Apa”

Sudah banyak S1 S2-S3 tapi refleksi inovatif sederhana saja belum implementasi lapangan cumaan saya ketemu, ada hanya satu dua orang saja.
Sementara setiap pribadi tidak produktif atau tidak memberikan kontribusi kepada pribadi maupun orang disekitar kita termasuk wilayah entah daerahnya.
Dunia sekitar kita sedang menghiasi seribu warna kehidupan manusia, posisi demikian ini apakah kita akan jadi tukang pengecet untuk memberikan warna yang indah agar dilihat terindah. “Kebodohan adalah kondisi defisit kualitas intelektual, kondisi ini bisa di netralisir dengan peran “edukasi” yang sifatnya konstruktif dan inovatif.

“Apa Gunanya Menjadi Pintar”

Menjadi pintar bukan soal pendidikan tinggi untuk rebut gelar doktor, sarjana, dan diploma tetapi bagi mana menjadi orang yang optimis terhadap perubahan untuk melakukan sesuatu baru untuk kemajuan diri maupun orang disekitar’mu. Oleh karena itu disisi lain pula menjadi pintar adalah mereka yang sukses secara pribadi maupun mau relah berkorban untuk menyelamatkan orang lain yang sedang dalam masalah ekonomi, sosial, politik dan budaya.

“Setiap Manusia Pasti Terunik”

Setiap orang boleh saja terjadi perubahan kedudukan untuk mendapatkan jabatan yang tinggi namun sangat disayangkan kalau posisi itu dimanfaatkan untuk mengejar harta karung.

“Tunduk disiksa atau bangkit dan lawan mengakhiri semua kekejaman yang dilakukan oleh para penjajah”

Setiap pohon kelapa yang tumbuh besar dan berbuah berawal dari kehidupan yang dilingkari dengan tempurung yang keras dan kuat, namun karena niat yang tumbuh untuk ingin hidup menghirup udara bebas maka tempurung yang keras berkeping hancur dan keluarlah tunas muda untuk menghasilkan buah.

a. Jangan berpikir susah dengan skenario bahkan cara yang dibangun oleh kaum penjajah sebagai sebuah benteng raksasa untuk menghalangi orang Papua untuk berpikir keluar namun yang menjadi landasan pemikiran untuk membebaskan diri dari segala penjajah.

b. kekerasan yang dialami merupakan peluru untuk bertindak berpikir membebaskan bangsanya.

c. Pengalaman hidup adalah guru terbaik bagi kaum lemah untuk berpikir membebaskan diri.

d. Mari kita mencoba membebaskan diri kita, suku dan berbangsa.

Maka dengan beberapa poin diatas ini berani berpikir merdeka akan melahirkan gagasan yang memiliki “energi inovasi” dan “energi revolusi”.

*”UANG DAPAT MENCIPTAKANNYA PERSAINGAN TIDAK SEHAT DAN KONFLIK”*
(Uang dapat menciptakan persaingan tidak sehat dan konflik dalam beberapa situasi).

Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal ini mungkin terjadi:

1. Persaingan Mencolok:

Ketika uang menjadi faktor dominan dalam suatu situasi atau lingkungan, seperti dalam kompetisi bisnis atau penawaran proyek, itu dapat mendorong persaingan yang intens. Persaingan yang kuat untuk mendapatkan atau menguasai sumber daya finansial dapat memicu praktek-praktek tidak etis, seperti korupsi, penyuapan, atau manipulasi pasar.

2. Kesenjangan Ekonomi:

Kesenjangan ekonomi yang signifikan antara individu atau kelompok juga dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat. Ketika sejumlah kecil orang atau entitas mengendalikan sebagian besar kekayaan atau sumber daya, hal ini dapat memicu ketidakpuasan, ketidakadilan, dan pertentangan sosial antara mereka yang kaya dan mereka yang miskin.

3. Pertentangan Kepentingan:

Uang sering kali menjadi sumber perselisihan dan pertentangan karena mengakibatkan perbedaan kepentingan. Misalnya, di tingkat individu, persaingan yang kuat untuk mencapai keberhasilan finansial dapat mengakibatkan rivalitas dan konflik antara individu yang berusaha mencapai tujuan pribadi mereka. Di tingkat kelompok atau negara, sumber daya finansial yang terbatas dapat menyebabkan persaingan dan konflik atas distribusi kekayaan dan pengaruh.

4. Korupsi dan Ketidakadilan:

Ketika uang digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi keputusan politik, hukum, atau institusi, itu dapat menyebabkan korupsi dan ketidakadilan. Korupsi menciptakan ketidakadilan dalam sistem di mana orang dengan uang dapat memanipulasi aturan dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Hal ini dapat menyebabkan kepercayaan publik yang rendah, polarisasi sosial, dan konflik.

Tak ada kenangan terindah yang kami jumpai, rasakan dan mendengar setiap hari hari yang kami lewati sebagai orang Papua, mungkinkah itu sebuah takdir..,?
Mari kita merefleksi

_Apakah pesan moral artikel renungan ini membawa harapan demi tanah dan manusia MEUWO Papua_

*Penutup:*

Sebuah konteks di atas ini, sesuai ramalan penulis yang memang lebih jauh dari realita di seluruh papua, sehingga penulis juga mengharapkan bahwa bagimana maklum menjadi material yang harus di kembangkan kemajuan sebagai mana mestinya.

*Kesimpulan:*

Akhir kata, Lihatlah kedepan, berpikirlah untuk mengambil sikap melangkah atau berbicara dan lakukanlah dengan segenap hati sebab semua Pohon kasih yang kita tanam buahnya tetap akan jatuh tidak jauh dari pohon tersebut.

*Saran:*

Bila ada salah penulisan, kelebihan dalam penulisan dan kesamaan dalam penulisan maka maafkan penulis sebab penulis adalah seorang awam dalam dunia menulis. *(Ani Mee Yoka)*



*Nabire, 25 Juli 2023*

*(Penulis Adalah Abet Mote)*📝✍️

Tinggalkan Komentar