WP kebenaran.car.blog-Sedikit Penjelasan tentang Komunis dan Kapitalis, Kapitalis yang kita sebut sekarang Pembunuh Rakyat papua dan Dulunya yang kita sembah yakni (Amerika dan Israel). Cheguevara seorang Komunis yang berhasil dalam revolusi Kuba kau satunya yang layak kami ikuti jejak kaki dan revolusimu.
Kesaksian Yang menguatkan
Waktu itu saya paling benci dengan Komunis setelah menonton Film yang diputar oleh para penginjilan di Kebo II Paniai Utara, saat usinya masih kecil. dan kadang saya berfikir bila komunis datang di Papua, Jawaban Apakah yang saya siapkan untuk sampaikan kepada Komunis..? saya anak Tuhan Jesus atau Iblis..!! Mulai dari itu saya sangat rajin pergi ke sekolah minggu memperkuat Iman untuk mengakui saya Anak Tuhan Sebelum Komunis itu datang ke Papua.
Karena Kami sudah Buktikan Saat Para Komunis membunuh Umat dalam tayangan itu, mereka yang menyerahkan dirinya untuk dibunuh dalam nama Tuhan jesus Kristus tiba – tiba bangun di Pintu Surga.
Penginjil menegaskan kepada kita penonton/umat bahwa percaya segerah bertobat dan mengakui dalam Nama Tuhan Jesus Kristus kepada Para Komunis Sebelum Mereka membunuh supaya detik itupun Anda bangun di Pintu Surga.
Waktu itu Kami sangat tidak tahu tentang kata Komunis..? dan kata Kapitalis.? kami menganggap Komunis itupun Orang Amerika yang melawan Agama seperti dijelaskan demikian dalam permainan Film dan Ciri tubuhpun sama dengan Orang Amerika.
Garis besar yang tentu kita ketahui sekarang tentang Kapitalis itu pencuri kekayaan Alam, batu delima, mutiara, Emas, Perak dan barang -barang keunikan Lainya. (PT Freeport) perusahan Lainya di Papua. selain Papua juga di Pacific seperti Octedi Mining dan sumber alam lainya milik Orang-orang Blok Barat.
2. Apa Itu Kapitalis dan Komunis.
kemudian Komunis, Komunis itu pertahanan Ideology Rakyat. lambang mereka adalah sabit yang melambangkan Bertani dan Palu Arit yang melambangkan Buruh maka Pada dasarnya Komunis berjuang menghapuskan Kelas rakyat. mereka mau Manusia di Dunia harus sama di hadapan Tuhan dalam Kehidupan Sehari – hari.
Papua kita mengikuti jejak Komunis setelah kami ketahui Kapitalis hadir sebagai perusak segalanya, mengapa para penginjil yang dulu mengkompanyekan Misi Amerika yang disebut Misi Kapitalis sekarang menyesal dan khotbah dalam mimpi menyebutkan Kapitalisme..!! mush Abadi. Klonialisme Musuh Abadi. kapitalisme itu sudah Amerika Israel dan sekutunya yang dulu kamu diajak Rakyat tidak Berdosa untuk Mengikuti mereka.
baiklah sekarang sadar setelah ketahui bahwa siapa musuh kami sebenarnya yakni kapitalis dan Klonialis.
3. Jesus Kristus Diajak Bermain Film Pembulusukan Terhadap Komunis.
Jesus Kristus sudah pulang dan sedang duduk di kanan Allah Bapa Disurga Dalam Kitab Injil (Mamaluyo) muncul bermain Film Penipuan. dalam Hal Ini, Jesus diajak bermain untuk meyakingkan Umat lainya Jesus sebagai seorang yang sudah rela berkorban Mati di kayu salib untyuk kami orang berdosa atau yang belum mengenal Tuhan dari pengorbanananya diajak Percaya.
Bila Jesus kristus tidak bermain dalam Film Pembulusukan Komunis oleh kapitalis Amerika Maka Jesus Kristus dipermaingkan Oleh Amerika dan Sekutunya mengedit Film dalamnya sebagai Nilai jual. salah satunya adalah Israel karena Israel belum sadar dan Sedih atas pembunuh menuliskan (INRI) inilah raja Israel Disalibnya.
4. Allah Kita Allah Leluhur bangsa papua
Mari kita Sembah Jesus dan jangan Terbawah Arus dalam Politik kapitalis. jangan seperti para hamba Tuhan sudah menjalangkan Pembulusukan komunis. Ternyata Mereka juga Korban dalam Misi Amerika Bukan Antek – Antek.
Dalam nama Tuhan Allah leluhur bangsa papua barat Kita berjuang dan Menuntut Kemerdekaan.
Nogei Widogai Nauwai” (kita ke tanjung sudah). ajakan nogei (mereka adalah sahabatku) yang telah lama kita disini. Nogei amoye Gobai amoye yeimo amoye degei amoye Mote Moteiboo dll. Satu tanggan pegang Ubi Bakar, satu tanggan Ikan Bakar dan Udan. lari keluar dari rumah dan duduk dingin2 sambil makan Ikan dan ubi tadi. nontong spitbot berlari pulang pergi dari Kampung ke kota. Pandangan dari pugaida selalu terlihat, disana dimiya, bobaigo, okeitadi, yagai, tuguwai, agadide, Kebo hingga kadang lewat di kali weyaone inilah pandangan bijih mata ujung wegepugaida ko tega sekali bisa melihat dunia paniai, kiri kanan sampai belakang. Pada akhirnya apa si dulu kolam ini tempat kitorang punya penangkapan ikan, udan dll samping itu kali weyaone tempat kita bermain, bermandi. Tadinya selesai makan, matahari belum pigi lewati pundak gunung pintu angin disana. berlari-lari naik turung tanjung diatas itu. kejar menggejar saya dengan teman-teman tadi, saya hingga matahari menutup mata setelah pigi lewat gunung. pulang kerumah lihat mama dong sudah siapkan makan malamnya. Ikan, Udan rebus, sayur dan Ubi. setiap malam makan Ikan dan Ubi.
Selamat jalan NONE MENASE E GOBAI bersama Bapa di alam sana. saya tidak lupa, cerita di tanjung kampung kita besar dengan Ikan danau paniai kawasan timur tenga DAGOUTO, Udan dan Ubi. Igatan paling istimewa ada di kampung Dagouto. bermain bersama dinggin 80° dan berlaga telanjang kaki kosong. itulah saya diwaktu kecil. terimakasih Kampung yang memberikan makanan sepanjang hidup Ikan dan Udan seakan produk me-pago.”
Segala sesuatu yang ada didalam ujung bumi pugaida PIIPA DAGOUTO Tempatnya yang permai ini, sungguh indah sekali nikmat pemandangannya yang cukup luas disitulah tempat kita dibesarkan. Masyarakat sudah tahu bernelayang, werawat dan menangkap yang telah menjadi roti kehidupannya selama bertahun-tahun. Banyak ahli mengakui ikan mas itu obat kecerdasan sumber berlogika cukup tinggi oleh karena itu, “Kita sedang ada penguni ujung bumi Tenga paniai membersihkan dan memberikan makanan Ikan di kolam dulunya rahasia bagi kita.
“Historis singkat”
Pada abad 1939. Piipa,Taman Eden, Injil setelah, udii yuwo pertama Dagouto Ikan kolam, Ikan mas, Udan 7 macam, Ikan, Gurami, Ikan Leleh. Dll. Dunia kecil ini dibangun dan dilihat sebagai Eden keluarga dibumi. Tempat mereka kembali bersahabat dengan alamnya yang banyak menyediakan berkat untuk keperluan hidup. Mengelola alam ini sebuah proses mewarisi, dan anak-anak kita ini ahli waris dan pemilik masa depan suku dan daerah ini. “Tuhan menempatkan di bumi khususnya diPiipa wege pugaida ujung bumi iboo makiyo di sebut surga kecil jatuh ke bumi pugaida (PIIPA Dagouto WEGE).
“Ujung Bumi Dahulu Torang Menjalani Hidup Kita BERSAMA”
TAHUN 2000an lalu saya masi kecil; hidup dan besar di kampung dagouto,” saat itu pula dipunggung mamaku sih anaknya selalu dukung dan dingendong. Demi anak sangat tidak mudah air mata dan karya-karya seorang mama kepada anaknya. mama menjadi pegawas ibu guru bernelayang hidup. “Saat itu pula mamaku mampu mengalakan situasi apapun.
Seakan mama dibentuk sebuah kapal mama mampu berlabu arah danau paniai entah bukit-gubung menembus. Saya terbayang kembali setelah ku menyeberang bukit wege pugaida ujung, pulau berbatu-batuan pasir yang dulunya tidak perna ketauhi semua orang kini sudah tahu semua orang dunia selalu berubah {AWEGA POPA/UWAGA POPA} bukit yang tersembunyi kini terlihat, rawah yang tersembunyi kini terlihat pula, demi cinta kampung ada waktu kita pigi lagi dan ada waktu kita kembali lagi semua kembali ke induk ujung bumi Tenga paniai.
SURGA DIBUMI DI DANAU PANIAI SUMBER KEHIDUPAN.
Lihatlah disana danau yang begitu indah dan permai Kemarin tgl 16/04/ 2022 tepat hari Senin sore pukul 03:15, sebelum matahari terbenam, anak kampung sedang bergerak berjalan di jalan baru wegeida mereka ramai mengejar bola dengan teriakan khass budaya hidup mereka yang diajarkan orang tua mereka di masing-masing gubuk/kampung halaman sekitarnya, sebelum malam membawahnya hingga no pagi kembali besok hari. mereka waita, teriakan semangat sebelum main bola di stadion lokal di wegepugaida mereka dimulai dan teriakan adalah kami siap menjadi pemain-pemain lokal sementara menunggu Umur dan menjadi pemain nasional.
Saya rindu ketika melihat bentuknya seperti surga dibumi jatu kedunia PANIAI. Danau yang begitu besar kasihnya selalu mengalir seakan-akan tuhan hadir dibumi wisel paniai pula, Satu kebanggaan tersendiri” Saya hidup dan besar dari makanan alamiah ikan, udan, ubi dan masih banyak makanan pokok alamiah.
THN 1990an Mamaku Epa Gobai perna membawa saya di danau Paniai mama juga guru nelayan mulai dari danau kopapeku, aidoga, wegitadimi, hingga Paniai begitu luasnya itu” hingga mama pernah cerita soal danau Paniai pun hal yang sama yakni danau itu adalah sumber kehidupan manusia paniai bukan saja manusia-manusia di pinggiran seperti kawasan wegeuto saja tetapi juga danau Paniai itu sumber memberi hidup sekitar wilayah mepago mamapun sujud bangga kepada sangkalig” terimakasih tuhan yang punya segudang kehidupan yang mana tiada akhir lamanya.
Sebelum malam sore itu saya melihat bagian arah-arah ke danau itu betapa kehinaan saja gurih pengaruh di tetesan air mataku begitu hitam yang menawan nan asri, engkau menyimpan sejuta misteri kehidupannya. Engkau terbentuk danau rahasia satu klas kayak peta pulau papua Nan indah mempesona setiap kalbu. Danau paniai, engkau tertulis sejarah Sejarah di sejak dahulu hingga dini” Danau paniai, hitam yang menawan setiap insani sebuah identitas Melanesia punya arti dan makna yang mendalam
Hari Senin sore sekitar jam 03:15 di bukit piipa. Rupanya say dan sahabat saya Nogox dan Sepainya kita saling berbagi cerita dan ceria sore itu nan salam sambil bertanya kabar dan soal perjalanan kita. beberapa menit kemudian, kami bertiga berangkat ke samping kali weya-onee di kampung Dagouto
Saya diajak duduk di kali Weyaone sambil mancin ikan, kebutuhan untuk sarapan sore, ajakan ini datang dari N O G E I Nopi Gobai mulai dari pagi hingga sore ini adalah kebiasaan kita dari masa kecil hingga dewasa, punya pilihan yang bagus untuk kami yang hidup besar di muara danau Paniai” kami mengisi karena kebiasaan dari semua pengalaman itu,
Sesudah jalan dan duduk santai Nogei Nogox mulai ajak cerita semestinya Nogei Nogox sudah siap kopi senang dari timika (kopi 15 kemasan), Kita lagi Menuju tibah di wegepugaida ujung kampung, demi membela dingin. Hari sudah mulai sore – gelap, semakin malam semakin dingin. Bertemu keluarga, sedang dalam gubuk tua bersama tungku api Kita bersalaman.
Kita duduk dalam gubuk Nogei Nogox, cerita sudah ramai dari berbagai sudut. Melingkar api penghanggat tubu yang berdingin. Memasak makan malam dan sebentar lagi kopi senang dari timika itu, cukup untuk dingin. Dingin yang mempersatukan kita, ada tungku dan kopi senang di suatu sudut kampung (Dagouto surga dibumi) Cerita – selebihnya terimakasih untuk waktu yang bermakna.
“Dagouto adalah tempat kita menjalani hidup kita bersama” (DAGOUTO-is where we live our life)
Bukan saja generasi Milenial zaman ini melainkan zaman ke zaman entah dimanapun hal itu terjadi tetapi disini cerita khusus saya dan kehidupan kampung Dagouto namun hal itu pula sebagai bentuk kepedulian terhadap alam lingkungan dan hendak di cerita Oleh sebab itu, TAHUN 19990an lalu saya masi kecil; hidup dan besar di kampung dagouto tadi” saat itu pula dipunggung mama-mama kampung selalu dukung dan dingendonng apalagi di nelayan danau Paniai adalah sudah terbiasa namun sangat tidak mudah air mata dan karya-karya seorang mama kepada anaknya.” mama menjadi pegawas guru hidup dan kehidupannya.” sungguh lagi pula mama Epa Gobai dibesarkan saya dari sini kampung-ku-(Dagouto).
Tidak hanya itu, saat itu pula mamaku mampu mengalakan situasi apapun demikian; hendak sujudlah bangga betapa indahnya kampung kita Dagouto ini sepertinya terbentuk pulau irian jaya menjadi surga kecil jatu ke bumi ditenga paniai papua sungguh entah, apapun yang terjadi biarkan aku tinggal hidup bersama dia dan aku entah siapa saja namun, sampai kapanpun entah itu dimana saja namun terpisah ketika malapetaka akan terjadi,” sehingga sebelum terjadi apa itu malapetaka,” biarlan aku tinggal hidup same kampung halamanku (Dagouto) ku-ber-terimakasih kepada maha pencipta langit dan bumi segala sehisinya kepadamu sangkalig untuk itu pula,,,, aku di lahirkan oleh mamaku dan dibesarkan menjadi manusia terunik” (puji tuhan) atas impian tuhan kepada manusia dibumi”.
Kemudian, seakan mama dibentuk sebuah kapal mama mampu berlabu diantara danau paniai entah bukit-gubung wegeida menembus hingga pesisir juga rawa-rawa dari lembah gunung hingga danau dan rawa mama selalu juang dan korbang diri segala macam” engkau lebih kuat dari mesin, dan engkau memiliki nilai keberadaan mama-mama di Papua itu melewan roh-roh jahat sungguh harapan tidak hilang Tuhanlah yang punya segalanya akan membalas.
Kehidupan sehari-hari mestilah tidak hilang jadilah manusia menjadi mengukir” (MENGUKIR) Mengukir bukanlah sebuah tugas yang harus dikerjakan oleh seorang pelukis atau pemahat patung melainkan, sebuah tuntutan perbuatan setiap manusia baik pekerjaan nyata maupun tindakan moril yang harus dilakukan dalam mengapai kehidupan dibumi.
Perbuatan manusia entah itu baik maupun jahat adalah sebuah perbuatan yang kita goreskan sebagai ukiran yang akan dibaca oleh semua manusia. Orang lain akan mengenang ketika mereka melihat goresan goresan yang kita mengukir.
Keindahan dunia yang luas ini diciptakan untuk manusia agar dapat menikmati, menjaga, mengelolah. Manusia mempunyai peran terpenting agar mengelolah dan mengukir seindah mungkin.
Untuk mengukir sesuatu berawal dari kita dan dalam diri manusia sesuai talenta yang dimiliki. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan yang diliputi dengan ERA kerakusan maka kehidupan manusia hidup dalam tekanan dan intimidasi maka tuntutan zaman ini menuntut kita harus jadi martir martir perubahan zaman karna hal itu akan mengenang kita. Itulih sebuah ukiran.
Salam Hangat .
•| Penulis adalah laki selera Abet Mote anak nota bakar tinggal di kampung Dagouto |•
Apakah salah jika belajar dari orang lain, tentunya tidak salah, selama yang di pelajari itu, hal yang positif, bisa berguna dan bermanfaat bagi pengembangan diri…
Tidak ada yang salah jika berguru kepada orang yang di anggap paling tau. Ilmu itu bisa di dapat dengan cara belajar kemudian di coba atau di praktekan…
Orang yang mau belajar pada orang lain menunjukan bahwa orang tersebut ingin mengetahui apa yang belum di ketahuinya, sehingga untuk mengetahui maka Ia mau belajar dari orang lain…
Di butuhkan kesabaran dan kemauan yang tinggi untuk belajar pada orang lain, tapi juga di perlukan kerendahan hati untuk mau belajar pada orang lain yang di anggap mampu…
Setiap orang tentunya telah di berikan kelebihan masing-masing dengan porsi dan ukuran yang berbeda-beda dan tidak sama. Ada ukuran yang kecil, sedang dan besar, sesuai kesipan mendapatkanya…
Di tengah-tengah kelebihanya pastilah juga ada kekuranganya, dan kekurangan itu bisa di lengkapi dengan belajar, berjuang dan berusaha untuk melengkapinya…
Salah satu cara untuk melengkapi kekurangan itu adalah belajar kepada orang lain yang di anggap bisa mampu melengkapi kekurangan tersebut, sehingga sangatlah penting jika berguru kepada orang lain…
Kadang karena kesombongan, angkuh dan ego membuat seseorang sulit sekali mengakui atau menyadari kekuranganya dan sulit mengakui kelebihan orang lain..
Kadang karena angkuh dan ego nya sehingga membuatnya tidak mau belajar atau berguru kepada orang lain, dan yang muncul adalah iri hati dan kebencian terhadap orang yang memiliki kelebihan tertentu….
Berlajar dan berguru kepada orang lain yang lebih tau, banyak ilmu dan banyak pengalamanya adalah hal yang sangat positif, di mana ada hal-hal baru yang bisa di dapat dari proses belajar tersebut…
Jika ingin mendapatkan ilmu dari orang lain dengan proses belajar, maka buanglah rasa ego, dan tinggi hati. Hendakalah miliki kerendahan hati, niat yang baik serta tekad untuk belajar pada orang lain…
Tidak ada yang salah, tidak harus malu jika belajar pada orang lain, sepanjang orang tersebut mau dan bersedia berbagi dalam memberi ilmu atau pengetahun serta informasi yang bermanfaat…
Belajar pada orang lain, tidak membuat mu menjadi rendah, tidak membuat mu harus minder atau tidak membuat mu merasa bodoh, jusru menunjukan bahwa anda ingin mengatahui sesuatu yang belum di ketahui…
Dengan demikian maka, belajar dan berguru kepada orang lain, tidak ada salahnya, justru itu perbuatan yang positif dan baik untuk di lakukan sepanjang itu bermanfaat bagi pengembangan diri….
Saya ini kerap jatuh sakit. Sakitnya macam-macam. Kadang saya berobat dan minum obat berulangkali. Cara ini memang sering membantu saya, tapi juga tidak mempan sekali pada sakit tertentu.
Banyak cara lain untuk kita mencari jalan keluar. Semisal, mencari orang yang bisa urut saya atau cari daun gatal supaya saya gosok di tempat yang sedang sakit dan menderita, seperti tulang belakang, kaki, kepala atau dimana saja.
Dari sekian cara yang saya tempuh, salah satu cara di samping main gitar dan bernyanyi, yang bisa membantu saya, meringankan beban pikiran, dan rasa sakit adalah membaca dan menulis buku.
Membaca tentang apa saja. Entahlah gejala-gejala sakit atau opini lain di internet ataupun membaca buku tertentu sambil duduk dan baring-baring di tempat tidur, dan di mana saja.
Saya rasa itu bisa mengurangi rasa bosan yang membuat saya sial dengan rasa sakit. Bahkan rasa kesal yang membawa saya untuk bunuh diri atau gantung diri agar tidak menderita seperti ini lagi.
Membaca pada saat sakit dan menderita, bisa membantu dan mengalihkan perhatian kita kepada kondisi kesehatan kita yang penuh kekhawatiran, kemudian menjadi ringan dengan memusatkan perhatian hal-hal baru di dalam buku.
Secara psikis, membaca pada saat orang sakit akan meringankan beban pikiran dan perasaan sedih, marah, dan lain sebagainya yang menimpa kita dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak butuh penghiburan selamanya. Tidak harus lari ke pantai untuk menghilangkan rasa penat sambil menikmati pemandangan alam yang indah.
Kita bisa membuang rasa lelah dan mengantikannya dengan membaca. Kita juga bisa membawa diri kita dan pikiran kita untuk merefreshing di dalam bacaan-bacaan tertentu.
Sedangkan manfaat dari aktifitas menulis juga kurang lebih sama. Menulis pada saat sakit, bisa meringankan beban dan memberikannya kebugaran tubuh dan jiwa raga saya.
Menulis dapat mengungkapkan segala bentuk perasaan dengan jujur. Secara jujur kita bongkar rasa sakit yang mengurung kita di tempat pembaringan. Katakanlah di rumah atau rumah kematian, eh maksudnya rumah sakit.
Menulis pada saat sakit akan berbeda nilainya dengan menulis pada saat sehat-sehat. Pada saat kita sehat, kita bisa mengada-ada tulisan. Karang-karang tulisan dengan paruh emosi palsu.
Tetapi beda dengan menulis pada saat sakit. Kita bisa tuangkan setiap perasaan, kesedihan dan air mata secara jujur. Tulisan demikian selalu memberiku bobot yang luar biasa.
Aktivitas menulis pada saat sakit, bisa membantu orang agar membongkar beban pikiran, lalu kemudian melepaskannya dalam kertas ataupun dalam monitor handphone ataupun laptop.
Saya sudah pernah mencobanya, bahwa menulis dalam keadaan sakit, paling tidak dalam 10-15 menit, bisa membantu saya agar melepaskannya sebagian beban yang menghantui saya sendiri.
Berapa hari yang lalu, saya jatuh sakit. Apa yang saya alami adalah merasa terbeban berat. Pikiran sudah lain-lain. Karena kondisi saya makin buruk.
Ketika saya membaca buku “Zakeus Pakage dan Komunitasnya: Wacana keagamaan pribumi, perlawanan sosial-politik dan transformasi sejarah orang Mee, Papua” karya Benny Giay, saya mulai rasa lain dan itu legah.
Terus saya pergi ambil kabel cas di aula pastoran Paroki Gembala Baik Abepura. Selanjutnya, saya menyempatkan diri untuk mulai menulis tentang agama komunal hingga modernitas di Nduga.
Dengan ini saya sadar bahwa dengan cara membaca 5 menit pada setiap pagi, siang, sore dan malam cukup membantu saya untuk menikmati kebebasan dari penjarah rasa sakit.
Tentu aktivitas menulis juga cukup meringankan beban pikiran saya akibat penyakit yang saya derita. Keduanya, bukan segalanya, tetapi sekurang-kurangnya bisa meringankan beban tertentu dalam pikiran dan seterusnya.
Membaca dan menulis bukan obat, juga bukan herbal. Akan tetapi saya percaya bahwa cara ini: membaca dan menulis merupakan salah satu cara yang tepat untuk meringankan beban sakit.
Sekali lagi saya percaya bahwa aktivitas membaca dan menulis bisa membantu orang meringankan beban pikiran, menjaga imunitas tubuh, mengurangi rasa sakit, dan lain sebagainya..
Jika tidak percaya kita sama-sama mencobanya. Dampaknya tak seberapa besar, tapi bahwa 10-20 persen penderitaan orang bisa diatasi dengan cara membaca dan menulis buku.
Atas nama Uang dan Kekuasaan bisa menjual Harga Diri, jual bangsa, jual sahabat, teman baik, keluarga berturun-temurun yang berujuk pada konflik horizontal, baku bunuh, baku pisah, lupa bergaul, dan lain sebagainya yang bersifat pecah-belah suku marga dan kebangsaan.
Bila kita mudah terpengaruh dengan uang dan kekuasaan maka, sudah pasti penguasa dengan mudah menjajah, menindas, membodohi, membunuh, merampas, menguasai, menghabisi, merampok dan lain sebagainya.
“Orang Papua Bersekolah Untuk Apa”
Sudah banyak S1 S2-S3 tapi refleksi inovatif sederhana saja belum implementasi lapangan cumaan saya ketemu, ada hanya satu dua orang saja. Sementara setiap pribadi tidak produktif atau tidak memberikan kontribusi kepada pribadi maupun orang disekitar kita termasuk wilayah entah daerahnya. Dunia sekitar kita sedang menghiasi seribu warna kehidupan manusia, posisi demikian ini apakah kita akan jadi tukang pengecet untuk memberikan warna yang indah agar dilihat terindah. “Kebodohan adalah kondisi defisit kualitas intelektual, kondisi ini bisa di netralisir dengan peran “edukasi” yang sifatnya konstruktif dan inovatif.
“Apa Gunanya Menjadi Pintar”
Menjadi pintar bukan soal pendidikan tinggi untuk rebut gelar doktor, sarjana, dan diploma tetapi bagi mana menjadi orang yang optimis terhadap perubahan untuk melakukan sesuatu baru untuk kemajuan diri maupun orang disekitar’mu. Oleh karena itu disisi lain pula menjadi pintar adalah mereka yang sukses secara pribadi maupun mau relah berkorban untuk menyelamatkan orang lain yang sedang dalam masalah ekonomi, sosial, politik dan budaya.
“Setiap Manusia Pasti Terunik”
Setiap orang boleh saja terjadi perubahan kedudukan untuk mendapatkan jabatan yang tinggi namun sangat disayangkan kalau posisi itu dimanfaatkan untuk mengejar harta karung.
“Tunduk disiksa atau bangkit dan lawan mengakhiri semua kekejaman yang dilakukan oleh para penjajah”
Setiap pohon kelapa yang tumbuh besar dan berbuah berawal dari kehidupan yang dilingkari dengan tempurung yang keras dan kuat, namun karena niat yang tumbuh untuk ingin hidup menghirup udara bebas maka tempurung yang keras berkeping hancur dan keluarlah tunas muda untuk menghasilkan buah.
a. Jangan berpikir susah dengan skenario bahkan cara yang dibangun oleh kaum penjajah sebagai sebuah benteng raksasa untuk menghalangi orang Papua untuk berpikir keluar namun yang menjadi landasan pemikiran untuk membebaskan diri dari segala penjajah.
b. kekerasan yang dialami merupakan peluru untuk bertindak berpikir membebaskan bangsanya.
c. Pengalaman hidup adalah guru terbaik bagi kaum lemah untuk berpikir membebaskan diri.
d. Mari kita mencoba membebaskan diri kita, suku dan berbangsa.
Maka dengan beberapa poin diatas ini berani berpikir merdeka akan melahirkan gagasan yang memiliki “energi inovasi” dan “energi revolusi”.
*”UANG DAPAT MENCIPTAKANNYA PERSAINGAN TIDAK SEHAT DAN KONFLIK”* (Uang dapat menciptakan persaingan tidak sehat dan konflik dalam beberapa situasi).
Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal ini mungkin terjadi:
1. Persaingan Mencolok:
Ketika uang menjadi faktor dominan dalam suatu situasi atau lingkungan, seperti dalam kompetisi bisnis atau penawaran proyek, itu dapat mendorong persaingan yang intens. Persaingan yang kuat untuk mendapatkan atau menguasai sumber daya finansial dapat memicu praktek-praktek tidak etis, seperti korupsi, penyuapan, atau manipulasi pasar.
2. Kesenjangan Ekonomi:
Kesenjangan ekonomi yang signifikan antara individu atau kelompok juga dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat. Ketika sejumlah kecil orang atau entitas mengendalikan sebagian besar kekayaan atau sumber daya, hal ini dapat memicu ketidakpuasan, ketidakadilan, dan pertentangan sosial antara mereka yang kaya dan mereka yang miskin.
3. Pertentangan Kepentingan:
Uang sering kali menjadi sumber perselisihan dan pertentangan karena mengakibatkan perbedaan kepentingan. Misalnya, di tingkat individu, persaingan yang kuat untuk mencapai keberhasilan finansial dapat mengakibatkan rivalitas dan konflik antara individu yang berusaha mencapai tujuan pribadi mereka. Di tingkat kelompok atau negara, sumber daya finansial yang terbatas dapat menyebabkan persaingan dan konflik atas distribusi kekayaan dan pengaruh.
4. Korupsi dan Ketidakadilan:
Ketika uang digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi keputusan politik, hukum, atau institusi, itu dapat menyebabkan korupsi dan ketidakadilan. Korupsi menciptakan ketidakadilan dalam sistem di mana orang dengan uang dapat memanipulasi aturan dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Hal ini dapat menyebabkan kepercayaan publik yang rendah, polarisasi sosial, dan konflik.
Tak ada kenangan terindah yang kami jumpai, rasakan dan mendengar setiap hari hari yang kami lewati sebagai orang Papua, mungkinkah itu sebuah takdir..,? Mari kita merefleksi
_Apakah pesan moral artikel renungan ini membawa harapan demi tanah dan manusia MEUWO Papua_
*Penutup:*
Sebuah konteks di atas ini, sesuai ramalan penulis yang memang lebih jauh dari realita di seluruh papua, sehingga penulis juga mengharapkan bahwa bagimana maklum menjadi material yang harus di kembangkan kemajuan sebagai mana mestinya.
*Kesimpulan:*
Akhir kata, Lihatlah kedepan, berpikirlah untuk mengambil sikap melangkah atau berbicara dan lakukanlah dengan segenap hati sebab semua Pohon kasih yang kita tanam buahnya tetap akan jatuh tidak jauh dari pohon tersebut.
*Saran:*
Bila ada salah penulisan, kelebihan dalam penulisan dan kesamaan dalam penulisan maka maafkan penulis sebab penulis adalah seorang awam dalam dunia menulis. *(Ani Mee Yoka)*
Suku Mee Dewasa Dalam Melihat, Berpikir dan Bertindak Suku Mee Dewasa Dalam Melihat, Berpikir dan Bertindak. ____________________________________
Latar Belakang:
Suku mee atau lebih khusus manusia mee adalah manusia sejati, ”tidak ada lagi di telinga kita Mengapa manusia Mee adalah manusia sejati? Kesejatian manusia Mee ada di mana? Apakah kesejatian manusia Mee masih dipertahankan hingga saat ini (milenial) ? dan Apakah manusia Mee sudah memiliki dewasa (meeibo) ?. Sebagai moto hidup Suku Mee adalah dewasa dalam Melihat (Dou), Berpikir (Gaii), dan Bertindak (keitai atau ekowai).
Pernyataan dan pertanyaan tersebut masih merupakan pertanyaan yang belum terjawab dan bahkan tetap akan memisteri dalam sanubari manusia Mee. Jika Manusia Mee dikatakan manusia, maka orang-orang manusiawi yang lain: kita memiliki tubuh, jiwa dan roh. Manusia dari segi tubuh (maa atau epo) berfungsi sekali pakai, sekaligus cara pemakaiannya juga, ma doutou ( jaga tubuh supaya tidak mengalami gangguan fisik dan psikis), maa bonai(sembunyikan badan dari hal yang tak diinginkan secara pikiran manusiawi), maa muni (piara tubuh agar tetap sehat dalam beraktifitas , ma kaa keitai atau ma kaa ekowai ( tubuh bergerak semua aktifitas akan terselesaikan dengan cepat dan tepat). Demikian juga dengan jiwa (aya) yang berkaitan dengan kejiwaan, sifat, sikap, karakter dan aklak atau kognitif. Selanjutnya perkataan dengan roh (ebe puu / dimi puu) lebih berhubungan dengan yang ilahi. Kemudian, Manusia Mee memikiki Dewasa (Meibo). Disini penulis mengulas tentang Manusia Mee adalah Manusia Dewasa dalam semua aspek kehidupan Manusia.
Apakah Manusia Mee Dewasa? Manusia Mee adalah Manusia dewasa (Meeibo) tanpa memandang aneka dayanya seseorang baik ditingkat umur, pengalaman, pendidikan, pengetahuan (kemampuan) dan kekayaan barang dan jasa. Ketika seseorang menampilkan karakter pembicaraan dan tindakan yang akurat dengan keberadaan dan keadaan saat kejadiannya sesuatu permasalahan. Seseorang kalau pandai posisikan dirinya dalam kondisi dan situasi yang sedang terjadi sebab itu, manusia memandang arti dewasa (Meibo). Suku Mee di masa milenial ini sangat terpengaruh dengan budaya modern dan kurang memahami makna budaya Mee yang sudah ada oleh sebab itu kemampuan-kemampuan yang selalu ada secara turun-temurun pula mulai menghindar dari pemilik. Lestarikan dan merestorasi kembali keadaan dan kebiasaan yang semula atau zaman tete nenek moyang kami yang pernah menjadi kebiasaan murni yang tak pernah hidup lari dari budaya dan adat isti adat Suku Mee di Meeuwodide.
Manusia Mee sendiri memiliki beberapa kemampuan dan kemampuan-kemapuan itu menjadi pembantu dalam kehidupan sehari-hari. Manusia Mee juga memiliki karakter kedewasan yang tanguh dan mampu memaknai arti hidup dalam kebisaan sepanjang hidup. Sisi kedewasan terbentuk saat usia muda ketika orang muda mee terus bergaul dengan mereka yang telah memiliki pemikiran dewasa. Jika mencapai usia dewasa pastinya terbentuk kedewasaannya yang diharapkan tersebut . Manusia Mee memiliki kedewasan dalam aspek kehidupan dengan gaya dan tindakan yang musti dilakukan dalam mejalani hidup.Tuhan telah diberikan nilai atau kebiasaan kedewasan melalui para leluhur sejak manusia Mee ada. Kedewasan itu mendara daging, karena ajaran dan doktrin yang dimaksudkan, suku mee menjadikan cerita bersifat regenerasi (yang harus disampai pada gerasi lama ke generasi baru). Tidak mematakan api kedewasan dalam tetap menyala dan tidak akan pernah ada yang mematikan kebiasan kedewasan dalam kenikmatan hidup Suku Mee. Pemanfaatan arti kedewasan Suku Mee itu sendiri mengajarkan manusia terbentuk kedewasan sebelum dan sesudah menghadapi berbagai masalah, baik Internal maupun eksternal. Para orang tua Mee ajarkan kedeawsan yang hakiki, dengan kata-kata bijak seperti: Melihat / Memandang masalah (Mana douu), berfikir (Dimigai), Berbicara (Mana wegai) dan Bertindak, bekerja (Keitai / ekowai), Masalah kehidupan manusia (Umiitou Manaa) , dan kata-kata bijak yang diwariskan oleh para leluhur dari nene moyang suku Mee.
Dengan demikian, aspek karakter dewasa (Meeibo) suku Mee mendukung kemampuan-kemampuan yang ada pada Individu yang unik dalam golongan, generasi tua, generasi muda, laki-laki dan perempuan. Sehingga penulis menjelaskan sebatas pengetahuan yang telah menerima melalui bertanya dan hasil baca buku . Bagaimana cara melihat, memahami dan melakukan manusia Mee di sisi dewasa yang mampu mengartikan nilai-nilai adat dan budaya yang ada pada manusia Mee yang diwariskan oleh Tuhan (Ugatame) kepada Manusia Mee. Berikut Penulis Menguraikan Beberapa Aspek /Pandangan Yang Manusia Mee Miliki:
Aspek Memandang Sebuah Permasalahan (Manadou) Suku Mee berprinsip dewasa tanpa memandang umur, pengalaman, dan pengetahuan pada prinsipnya Mee bicarakan pada kebiasaan (kemampuan) melihat suatu persoalan yang dihadapinya. Menurut suku Mee walaupun memiliki kekurangan dalam suatu hal jika seseorang pandai memisah-pisahkan atau memilah-pilahkan salah satu masalah dengan baik, benar, dan tepat pada sasaran atau berbicaranya terarah dengan masalah yang sedang disinggung. Hal itu manusia mee biasa dibilang bahwa yoka atau ewoo mee kidiya mana dou epii, ( umurnya masih kecil atau kurang tahu dalam suatu hal tetapi untuk melihat salah satu masalah pintar mencari letak masalahnya.
Kesetian dan kefokusan pada suatu pembicaraan membentuk kemampuan seseorang kemudian dirinya dewasa dalam segala hal yang lebih khusus di sisi melihat sebuah masalah. Sebab demikian anak dibawah umur dan orang tidak tahu yang dinyatakan diatas lebih dewasa dalam hal tersebut .
Aspek Berfikir (Dimii Gaii) Dewasa Manusia menganggap seseorang dewasa kalau, seseorang mengirah suatu masalah bisa dibereskan berdasarkan pada logika yang positif, berpikir sosial dan berpikir secara dewasa, hasil pengamatan sebuah masalah dan didukung oleh langkah-langka yang tepat pada sasaran “meibo ka dimii daiga gayake manaa wegai danaa keitai” (Berpikir secara dewasa, sistematis dan teratur kemudian berbicara dan bertindak). Menanggapi seseorang dan menyelesaikan masalah yang dapat dipersoalkan oleh, keluarga, dan masyarakat setempat dengan detail atau sesuai akar masalah yang sedang dibahas dan menggunakan langkah-langkah yang bisa dipersoalkan dalam penyelesaian masalah yang dimaksudkan.
Hal itu, manusia Mee menganggap bahwa ( dimii gaii epii mee) orang yang pandai aspek berpikir artinya, orang yang memiliki kemampuan berpikir (pemikir) hal yang berguna bagi banyak orang atau berpikirnya juga lebih menyenangkan bagi banyak orang. “Kegiatan dimi gaiii adalah sebuah tugas dan kewajiban yang mau tidak mau harus dilakukan oleh setiap orang selama kehidupan di dunia ini, karena itu merupakan sebuah tugas kehidupan Manusia Mee. Dimi Gaii pada hakikatnya adalah yang harus dilakukan oleh manusia terhadap dirinya sendiri yakni terhadap dirinya sendiri akal budi, hati nurani, kehendak bebas, jiwa dan Rohnya “.
Dimi Gaii , perlu mempersoalkan dalam kehidupan manusia karena segala hal yang berkaitan dengan hidup manusia terangkul dalam Dimi Gaii itu sendiri. Baik itu penentuan suatu kegiatan atau suatu program dalam hidup, dan mengambil keputusan dalam hidup, melakukan suatu pekerjaan dalam hidup dan mendapatkan nafkah hidup seseorang, keluarga, pada umumnya masyarakat. Berpikirnya lebih banyak menyenangkan atau menguntungkan dalam hidup. Prinsipnya berpikir hidup bersosial perlu diwujudkan dalam kehidupan manusia. Berpikir sosial dengan sesama dalam menjalin hubungan yang baik atau berpikir dan bekerja menolong orang lain yang sedang membutuhkan bantuan dari pihak yang mampu atau telah terdaya untuk dilakukan pertolongan kepada orang atau mereka yang lemah atau yang kurang mampu dalam menjalani hidup melalui organisasi sosialnya atau melakukan kegiatan lainnya.
Ada beberapa kegunaan logika, yaitu dengan belajar logika dapat : Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren; Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat dan objektif; Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri; Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan. ( jan hendrik rapar, 1996).
Dari beberapa kegunaan logika diatas, penulis menyimpulkan bahwa berlogika memberikan kemudahan bagi pembaca dan penulis untuk berpikir bagimana menyelesaikan suatu persoalan dengan cepat,tepat dan pada sasaran yang diharapkan bersama dalam suatu penyelesaian.
Dewasa Aspek Berbicara ( Mana Wegai ) Menurut suku Mee, dewasa dapat diartikan dengan orang yang memiliki kemampuan berbicara yang baik benar dan menggunakan etika berbicara dalam penyampaian yaitu saling mendengarkan saat orang lain berbicara, penilaian dalam proses penyelesaian sebuah masalah yang harus ada solusinya, diambil kesimpulan masalah sesuai dengan perkara yang sedang ada dan juga tidak dapat berasaskan belah -membelah kepada satu pihak saja. Namun ia berjiwa netral dalam menghilangkan sebuah (kontraversial) yang terjadi antara kedua orang kemudian bermaksud memuaskan bagi pihak A dan B. Hal ini dinamakan penyelesaian masalah sesuai dengan akar pembicaraan. Orang mee biasa dikatakan dewasa kalau seseorang tahu dalam hal berbicara yaitu penyampaiannya nyambung dan dapat dimengertikan bagi orang lain (publik) tanpa membingingkan orang-orang yang berada disekitarnya . Hal ini manusia Mee sering menanggapi dengan pengertian bahwa menunjukkan seseorang bobot dalam penyampaian atau penyelesian satu perkara(kii mee kike mana wegai epime) menunjukkan bahwa orang tersebut pandai menyelesaikan masalah yang sedang berlangsung . tandanya bahwa seorang tersebut sedang menyelesaikan suatu masalah dengan baik dan benar.
Aspek Bekerja / Bertindak (keitai/Ekowai) Perspektif manusia Mee terhadap Dewasa (Meeibo) tanpa beralaskan umur, pengalaman hidup dan pengetahuan. Semenjak manusia Mee melihat apa yang saya harus lakukan atau kerjakan dan apa hasil yang saya dapatkan sebab itu akan menuju pada (keitipeko naine danaa doune) kemudian (tekeitipeko tenaine danaa tedoune) artinya jika seseorang berkerja, bertindak, dan berusaha tentunya akan mendapatkan hasil yang dicarinya kemudian kalau seseorang tidak melakukan kegiatan berusaha atau bekerja untuk mendapatkan sesuatu, tentunya tidak akan dapatkan atau menemukan hal yang dicarinya. Hal yang dimaksudkan diatas Manusia Mee biasa dikatakan dengan maksud (keitai epii mee keitetai mee”doune danaa naine) keitai ewoo mee tedoune danaa tenaine” hal ini dinamakan dengan orang yang rajin dan pandai bekerja dalam pekerjaan apapun pasti punya hasilnya jika malas melakukan hal-hal yang bisa memenuhi hidup tidak akan dapatkan dan tidak berhasil.
Aspek Kehidupan (Umiitou) Kacamata manusia Mee terhadap Dewasa (meibo) tanpa menggambarkan umur, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki atau terada pada manusia Mee itu sendiri bahwa, jika siapa dia yang ingin bertahan hidup lama di dunia ini maka jelasnya diperlukan usaha yang matang dalam mendapatkan kesejahteraan hidup sebab itu, membutuhkan proses pengadaan hidup yang akan memunculkan pada perubahan – perubahan kehidupan baik perubahan berdampak negatif maupun positif. Perubahan tersebut berdampak positif bila mengarah pada kehidupan yang berdaya dalam pertahanan umii tou ( hidup ) yang nyaman dan sejahtera. Menurut manusia Mee (ubapeko doune danaa keitipeko naine dan teubapeko tenaine dan tedoune ), artinya kalau seseorang melakukan tindakan untuk mendapatkan nafkah hidup jelasnya akan ditemukan atau mendapatkan jika seseorang bekerja hasil kerja pasti ada dan menggunakan untuk kebutuhan hidupnya demi mencegah kelaparan dan kekurangan dalam kehidupan manusia sebagai bagaian dari proses dalam kehidupan dan kalau seseorang tidak bergerak untuk mendapatkan sesuatu maka kehidupnya tidak akan sejahtera karena tidak mencari kekurangan hidupnya .
Aspek Bahasa Turunan (wado maki-maki mana) Manusia Mee dalam kehidupan musti beralaskan dengan ajaran-ajaran dengan bahasa-bahasa lokal yang di wariskan pada setiap suku. Manusia Mee individu memiliki bahasa (manaa/Managimo), bahasa Mee sebagai pegangan dalam hidup seseorang maupun keluarga dan suku Mee. Bahasa ini bersifat turunan yang telah dijadikan kebiasaan sejak tete nenek moyang yang mendahului kami maupun orangtua yang masih hidup pada jaman kami, kami pula harus mengangkat, melestarikan dan merestorasi bahasa-bahasa yang ada. Tete nenek moyang suku mee telah mewariskan ajaran bahasa Mee sepertinya, umii touu dubaa mee be tee ewii (dalam menikmati hidup janganlah lakukan hal yang tidak diinginkan oleh orang lain) mee kaa agiyo omaa teyamoti (jangan, mencuri barang yang telah dimiliki orang lain) maksud ini mengandung arti bahwa (akiya agiyoko akiya danaa okeiya akigiyoko okeiya) barang yang kita punya itu milik kita kemudian barang milik orang lain itu orang punya sebab jangan berharap untuk miliki itu hanya sebatas khayal. Kata-kata bijak suku Mee bersifat larangan itu dalam kehidupan seseorang, keluarga, atau manusia mee musti adakan perjuangan atau pencarian demi menjaga bahasa lokal yang ada pada manusia Mee dan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak menginginkan bagi kami semua sebagai mahkluk yang harus berusaha keras agar agar sejahtera dalam kehidupannya. Disisi lain, orangtua suku mee persampai secara turunan bahwa (ubayake douyaa dana naiya). Hal itu mengandung arti bahwa dalam menjangkau mutu hidup yang baik, seseorang musti berusaha demi kesejahteraan dan kemampuan dalam hidup. Tercipta kehidupan sejahtera, aman, dan damai karena sudah memiliki apa yang diperlukan dalam hidup seseorang .
Sebagai suku Mee penulis menyarankan bahwa, perlu memiliki kemampuan- kemampuan yang harus dimiliki oleh orang Mee yang telah ada, kemudian dalam kehidupan masyarakat suku Mee perlu adakan atau pengimplementasian pandangan hidup (filosofi) Mee dalam mengangkat dan melestarikan pegangan hidup Mee yang diharapkan Seseorang, sekeluarga, dan masyarakat suku Mee mestinya pegang teguh / kuat tanpa kepedulian lelah demi mempertahankan eksistensi orang Mee itu sendiri hal ini bermaksud untuk mengangkat kehidupan manusia Mee yang sejati dan berbudi.
Aspek Filosofi Manusia Mee Filosofi manusia Mee menjadi patokan fundamental dalam kehidupan manusia Mee yang sejati dan berakal budi. Filosofi Manusia Mee yang dimaksud adalah sebagai berikut: Melihat (Douu), berpikir (Gaii), bertindak / kerja (Keitai / ekowai) hal demikian sebagai eksistensi orang mee. Mengapa filosofi suku Mee perlu ada dalam kehidupan pada zaman milenial ini ? apa yang harus kami lakukan agar hidup dan filosofi tetap nyaman dan terlestari ? Dalam kehidupan semua manusia didunia pasti punya pegangan hidup. Maka manusia Mee juga mempunyai filosofi hidup yang sebagaimana dijelaskan secara detail seperti berikut:
Melihat, berpikir, bertindak atau bekerja (Dou, Gaii Keitai / Ekowai) merupakan pegangan yang harus dipelihara dan dipegang terus-menerus oleh suku mee yang sejati atau seutuhnya orde kami (generasi milenial) terus mengangkat hal demikian secara berkesinambungan dalam kehidupan khususnya suku Mee itu sendiri agar tidak terjadi kepunahan kebiasaan kami yang sudah lama ada sejak tete nenek moyang, sedang ada bersama generasi kami , dan akan ada pada generasi yang akan datang untuk hidup bersama suku Mee selama manusia itu hidup dan beraktifitas .
Filosofi itu menjadi kewajiban atau keharusan orang mee yang lebih tahu tentang hal yang dimaksudkan untuk menceritan bersifat regenerasi agar tidak kabur dan buram dari kita sebagai pemakai (pemiliknya). Melihat, berpikir, dan bertindak Memaknai bahwa Melihat hal yang baik dan buruk, berpikir sesuatu yang baik dan buruk kemudian bertindak atau bekerja yang positif (baik) untuk menguntungkan bagi manusia Mee dan orang Papua pada umumnya (selain suku mee).
Penulis Adalah Anak Asli Suku Mee, yang Sedang terlantar di negeri mee-pago [Abet Mote]
Oligarki adalah suatu bentuk pemerintahan dalam sebuah negara yang kekuasaannya dipegang oleh kelompok tertentu. Kelompok ini biasanya berasal dari orang-orang dengan pengaruh yang kuat, bisa dilihat dari kekayaan, pendidikan, hingga hubungannya dengan pemerintahan bahkan militer. Sebenarnya, oligarki bukanlah merupakan sistem resmi pemerintahan sebuah negara, melainkan hanya sebuah jalan yang dipergunakan oleh sebuah kelompok elit untuk kepentingan mereka sendiri. Bisa dikatakan, kekayaan adalah kunci dari oligarki itu sendiri.
Kelompok-kelompok tersebut berusaha untuk mencapai puncak kekuasaan melalui cara yang beragam untuk melipatgandakan kekayaan dan kekuasaannya. Itulah kenapa pada akhirnya hak-hak milik rakyat kecil menjadi dikesampingkan bahkan tidak dipedulikan.
Oligarki Adalah Mengutip dari Islam, Oligarki Politik, dan Perlawanan Sosial oleh Abdur Rozaki, oligarki berasal dari bahasa Yunani yaitu oligarchia yang berarti pemerintahan oleh yang sedikit. Oligo berarti sedikit dan archein berarti memerintah.
Dari istilah tersebut, oligarki adalah bentuk pemerintahan yang politik kekuasaannya berada di tangan minoritas kecil. Menurut Endik Hidayat dari buku Oligarki Dalam Kekuasaan di Pilkades, oligarki berorientasi pada kepentingan pribadi.
Definisi di atas menegaskan bahwa tujuan penggunaan kekuasaan yang utama bukanlah untuk masyarakat. Kekuasaan dengan demikian menjadi sesuatu yang ‘elitis’ dan tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap orang untuk menikmatinya.
Suatu organisasi cenderung mengarah ke oligarki karena secara ilmiah kekuasaan akan jatuh ke tangan segelintir kecil pimpinan dan mendorongnya menjadi birokratis. Organisasi tersebut memiliki sifat konservatif sehingga semakin kompleks dan mengarah menjadi oligarki.
Ciri Sistem Oligarki Melansir dari buku Oligarki 2020 oleh Agus Riswanto, terdapat beberapa ciri-ciri tertentu yang hanya dimiliki oleh sistem pemerintahan oligarki. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain:
1. Kekuasaan Dipegang atau Dikendalikan oleh Kelompok Kecil Masyarakat Ciri-ciri pertama dari sistem pemerintahan oligarki yang paling terlihat yaitu kepemimpinan dipegang oleh suatu kelompok kecil masyarakat. Sebagian besar kelompok kecil ini memiliki uang, dan dapat dengan mudah masuk ke dalam pemerintahan karena mempunyai uang serta kekayaan.
2. Terjadi Ketidaksetaraan dari Segi Material yang Cukup Ekstrem Sistem pemerintahan oligarki bisa terjadi karena adanya kesenjangan dalam hal material yang ekstrim di masyarakat. Orang-orang kaya akan terlihat menonjol jika dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki uang.
3. Berkaitan Erat dengan Uang dan Kekuasaan Diunggah dari buku Sistem Politik Indonesia oleh Humairah Almahdali, dkk, ciri sistem pemerintahan oligarki yang paling mendasar adalah memiliki kaitan erat dengan uang dan kekuasaan. Hal itu akan digunakan untuk semakin mengokohkan kekuasaan dan kekayaan kelompok tersebut.
4. Kekuasaan Menjadi Kunci Melestarikan Kekayaan Kekuasaan yang dimiliki oleh sekelompok orang yang berkuasa dijadikan sebagai sarana untuk menambah kekayaan sepihak. Hak bagi rakyat kecil bukanlah menjadi tujuan utama kelompok ini.
Dampak Pemerintahan Oligarki Dilansir dari situs Komnas Ham. go. id, adanya sistem oligarki ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi rakyat dan negara yang bersangkutan. Berikut adalah dampak pemerintahan oligarki:
1. Menghilangkan Hak Partisipasi Warga Negara Jika sebuah negara mengalami atau menganut sistem pemerintahan oligarki, maka hal pertama yang akan terjadi adalah munculnya ancaman hak partisipasi warga negara. Kondisi ini bisa saja terjadi karena masuknya pengaruh oligarki ke dalam proses politik negara tersebut.
Hasilnya, proses politik yang berlangsung akan dipegang secara penuh oleh kelompok yang berkuasa. Sehingga rakyat-rakyat kecil kehilangan hak partisipasinya sebagai warga negara.
2. Terancamnya Kesejahteraan Masyarakat Ancaman atau dampak pemerintahan oligarki selanjutnya yakni terganggunya kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. Kondisi ini bisa saja terjadi akibat pengaruh ikut campur tangan orang-orang berkuasa yang ingin melestarikan kekayaannya.
Contoh Negara dengan Sistem Oligarki Mengutip dari makalah Pengertian dan Bentuk-bentuk Pemerintahan oleh Shara Puspita Sari, contoh negara yang pernah menganut bentuk oligarki salah satunya adalah Afrika Selatan yang berakhir pada tahun 1994 ketika Nelson Mandela menjabat sebagai presiden. Orang-orang berkulit putih berhasil menguasai mayoritas penduduk Afrika Selatan, masalah rasisme ini disebut juga dengan apartheid.
Selain Afrika Selatan, ada beberapa negara yang menerapkan oligarki. Mengutip dari uinjkt.ac.id, negara-negara tersebut adalah Korea Utara, Turki, Rusia, Cina, Ukraina, Arab Saudi, Zimbabwe, Iran, dan juga Amerika Serikat.
Oligarki di negara-negara tersebut terbentuk di antara oligar ekonomi-finansial, yaitu orang yang sangat kaya (super rich) atau kaya (the rich) yang memiliki jalinan persekongkolan kuat dengan oligarki politik. Oligarki di Amerika Serikat, seperti korporasi besar, sangat menentukan dalam pembuatan keputusan politik dibandingkan dengan suara dari masyarakat kecil.
Oligarki berbeda dengan kaum elite. Elite belum tentu oligarki, namun kelompok oligarki biasanya merupakan seorang elite. Mereka yang termasuk ke dalam oligarki politik biasanya sering mengambil keputusan menyangkut kepentingan publik di dalam lingkaran mereka sendiri. “Oligarki adalah bentuk pemerintahan yang dibuat oleh kelompok elit untuk melipatgandakan kekayaannya masing-masing.
Prespektif oligarki Papua kini:
Kelompok elit lokal Papua adalah kelompok yang disebut Komprador atau pengantara bangsa pribumi yang dipakai oleh perusahaan atau perwakilan asing sala satunya adalah negara Indonesia, Amerika dan lainnya dalam hubungannya dengan orang-orang pribumi Papua dengan tujuan mereka adalah kepentingan merampas ekonomi Papua salah satunya yakni Emas di blok wabu
Jadi kelompok itu sangat kompleks, sistemik, penuh kepentingan, penuh permainan, penuh kekuasaan dan tidak/susah dapat disederhanakan, digeneralisasikan, diuraikan, dipecahkan menjadi beberapa faktor tunggal
Tutup, Menilai oligarki Papua adalah tentu, Semua orang ingin hidup damai dan rukun tanpa ada tindakan yang merugikan semangat hidup sesama orang Papua, terlebih khusus semua masyarakat dari berbagai daerah wilayah tanah Papua bagian barat.
Banyak Generasih Muda/I masa kini yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi dan mendapatkan gelar Diploma, Sarjana, Magister bahkan Doktor tetapi tidak ada Etika, Moral, Karakter.
Pembinaan karakter itu sangat penting, sebab setinggi apapun Pendidikan, titel, Gelar, dan Golongan kita tetapi Tidak ada ETIKA dan MORAL dalam Kepribadian maka hancurlah wibawa seseorang.
Lebih baik Tidak sekolah tetapi memiliki karakter, Etika dan Moral yang baik. dari pada Sudah Pendidikan tinggi hingga memiliki gelar Diploma, sarjana, Magister bahkan doktor tetapi Selalu terbuai dalam egois dan Gengsi yang sifatnya menghancurkan nilai-nilai sosial antara sesama.
Kajian diatas yang dimaksud disini adalah;
1. Pembinaan karakter memang merupakan bagian penting dari pendidikan yang harus diberikan kepada generasi muda. Meskipun pendidikan formal dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan, tanpa pembinaan karakter yang baik, seseorang mungkin tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya dengan benar, serta kurang memiliki moral dan etika dalam tindakan mereka.
2. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek akademik tanpa memberikan perhatian pada pembinaan karakter dapat menghasilkan individu yang kurang bertanggung jawab, tidak memiliki rasa empati, dan kurang memiliki etika dalam berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka.
3. Pentingnya pembinaan karakter terletak pada pengembangan nilai-nilai moral, etika, sikap positif, dan keterampilan sosial yang dapat membantu individu dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan nilai, kegiatan ekstrakurikuler, dan peran serta orang tua dan masyarakat dalam memberikan contoh dan bimbingan kepada generasi muda.
4. Penting juga untuk mengakui bahwa pembinaan karakter adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama dalam memberikan pembinaan karakter yang konsisten dan terintegrasi dalam pendidikan formal maupun non-formal.
5. Dengan demikian, pendidikan yang memadukan pembinaan karakter dengan pendidikan formal akan memberikan manfaat yang lebih holistik bagi generasi muda. Pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter yang baik, dapat membantu menghasilkan individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki dampak positif bagi masyarakat.
Partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi, memiliki peran yang penting, salah satunya mempersiapkan pemimpin nasional. Atas dasar tersebut, partai politik sangat dituntut untuk memiliki pola rekrutmen dan mekanisme kaderisasi yang baik. Namun kenyataannya saat ini mayoritas partai politik saat ini belum mampu menjalankan pola rekrutmen dan mekanisme kaderisasi sebagaimana semestinya, karena partai politik dipengaruhi oleh politik kekerabatan, serta mekanisme kaderisasi instan dari kalangan artis karena dianggap dapat mendulang suara karena popularitas.
Akibatnya banyak kader partai yang menjadi pemimpin nasional tidak mampu memikul tugas dan tanggung jawab yang diberikan, dan seringkali menyalahgunakan amanah untuk kepentingan pribadi dan kerabatnya.
Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa melepaskan diri dari sebuah kehidupan sosial. Kehidupan sosial itu perlu dikelola dengan baik melalui sumber daya manusia yang berkualitas oleh SDM berjiwa pemimpin. Paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Oleh karena itu, untuk mendukung sumber daya yang berkualitas dalam sebuah organisasi perlu adanya proses kaderisasi.
Kepemimpinan dan kaderisasi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam pengembangan organisasi. Kaderisasi menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena kaderisasi merupakan bentuk upaya mendukung terbentuknya integritas kepribadian dan kemampuan untuk menggerakkan orang lain secara intensif sehingga dapat mempersiapkannya menjadi pemimpin di masa depan.
Fungsi dari kaderisasi juga dapat mempersiapkan atau mencetak calon-calon yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang siap dalam menjalankan organisasinya. Maka dari proses kaderisasi dapat melahirkan seorang kader, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa kaderisasi adalah nyawa dari organisasi (Partanto dan Bahri, 1994: 29).
Pengertian rekrutmen menurut Ivancevich (2007) yaitu sekumpulan kegiatan organisasi yang digunakan untuk menarik calon karyawan yang memiliki kemampuan dan sikap yang diperlukan untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Menurut Cholisin, rekrutmen dalam politik misalnya merupakan sebuah seleksi dan pengangkatan seseorang atau kelompok untuk melaksanakan sejumlah peran dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintahan pada khususnya (Cholisin dkk, 1007:113).
Dalam kenyataannya, implementasi antara kaderiasasi dan rekrutmen masih rancu dalam perpolitikan nasional. Dimana masih banyak partai yang sulit membedakan antara keduanya. Proses kaderisasi menggolongkan dua macam dalam prosesnya, kaderisasi formal dan kaderisasi informal. Dikatakan kaderisasi formal yaitu proses yang dapat diamati dari kehidupan seseorang dari kehidupan kanak-kanak, remaja dan dewasa sebagai proses pembentukan jati diri, sehingga memiliki keunggulan dan mampu bersaing dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat . Sedangkan kaderisasi informal pengertian adalah melihat seseorang berdasarkan kriteria atau indikator yang memperlihatkan kelebihannya, yaitu (Rivai, 2006:87): a. Berkepribadian positif b. Gigih c. Mempunyai loyalitas d. Mempunyai dedikasi terhadap organisasi e. Memiliki sifat dan sikap pasrah kepada Tuhan sebagai penentu yang mutlak.
Kaderisasi formal dapat dilaksanakan dengan cara yang sudah direncanakan, bersifat sistematis, terarah dan berkelembagaan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku di masyarakat. Sedangkan defenisi kepemimpinan sendiri menurut pendapat para ahli sering kali menggunakan kata yang berbeda-beda. Tergantung dari sudut pandang mana ahli tersebut memandang kepemimpinan.
Teed (dalam Kartono, 1994:49) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan kegiatan dalam mempengaruhi agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Konsep kepemimpinan yang berkembang pesat adalah konsep kepemimpinan transaksional dan transformasional yang dipopulerkan oleh masa tahun 1985 (Locander 2002). Kedua konsep kepemimpinan tersebut berbasiskan pada gaya, perilaku, dan situasi yang meliputi seorang pemimpin (Locander 2002). Sehingga dalam hal ini kaderisasi dalam sebuah organisasi adalah sebuah proses dalam menggerakkan orang didalam organisasi untuk memiliki tujuan yang sama demi melanjutkan ideologi dalam suatu partai atau organisasi.
Di dalam kepemimpinan organisasi sendiri diperlukan pemimpin untuk memegang kendali atas orang-orang yang berada didalamnya. Kepemimpinan dari seorang pemimpin tidak lahir begitu saja, dari penurunan sifat orang tua kepada anaknya melainkan melalui kepribadian dan tingkah laku. Dengan demikian, kaderisasi kepemimpinan adalah sebuah proses untuk menciptakan pemimpin baru yang memiliki tanggung jawab besar menjalankan organisasi untuk mengatur dan mempengaruhi orang lain untuk memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama dalam berorganisasi.
Pada era kepemimpinan Soeharto (masa orde baru), kehadiran partai politik tidak terlalu diperhitungkan dalam melahirkan pemimpin-pemimpin nasional. Hal ini dikarenakan partai politik yang ada pada saat itu tidak mampu menjalankan peran dan fungsi yang semestinya, dikarenakan oleh berkuasanya segelintir elit yang mengendalikan berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk menentukan calon-calon yang mengisi posisi-posisi strategis di pemerintahan. Secara umum, defenisi partai politik adalah suatu organisasi yang didalamnya terdapat kumpulan orang-orang dengan visi dan misi yang sama, yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk merebut kekuasaan secara konstitusional.
Pada saat rezim Soeharto runtuh tahun 1998, peta perpolitikan Indonesia berubah drastis, ditandai dengan dibukanya kran demokrasi yang sebesar-besarnya. Inilah yang menjadi momentum lahirnya partai politik di Indonesia yang sesungguhnya. Partai politik memainkan peran dan fungsinya dalam sistem perpolitikan di Indonesia yang dapat diamati dari munculnya partai-partai baru yang tidak terbendung. Masing-maaing partai politik memiliki ideologi yang berbeda-beda yang mengusung kepentingan masyarakat plural.
Fungsi-fungsi partai politik sebagai representasi rakyat dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutan terhadap pemerintah terbilang masih lemah sehingga menimbulkan polemik ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik. Peforma partai politik yang demikian krusial menyebabkan melemahnya peran dan fungsinya sebagai lembaga/organisasi negara. Lemahnya performa partai politik ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya kualitas pola rekrutmen dan mekanisme kaderisasi dalam tubuh partai politik.
Menurut Direktur Eksekutif Pol-Treking Institute Hanta Yuda, politik kekerabatan merusak saluran kaderisasi, mengganggu ritme kaderisasi karena tidak sehat, sebab demokrasi berbasis pada masyarakat, parpol harus jelas cara kerjanya dalam rekrutmen politik.
Pada dasarnya pola rekrutmen dan mekanisme kaderisasi meliputi meliputi segala aktivitas partai dari mulai penerimaan, pembinaan kualitas kader, sampai dengan penempatan/penugasan kader- kader partai dalam jabatan-jabatan strategis (rekrutmen) (Azwar, 2008:3) hal tersebut diilustrasikan sebagai berikut: kader merupakan hasil dari pengkaderisasian yang diperoleh karena adanya rekrutmen politik. Kader dalam suatu parpol menentukan daya jual partai politik di masyarakat. Jika pola rekrutmen dan mekanisme kaderisasi baik akan menghasilkan kader yang berkualitas dan berkapabilitas pula, begitupun sebaliknya.
Untuk lingkup kepemimpinan nasional, mekanisme kaderisasi dalam suatu partai politik sangat penting, sebab dalam era demokrasi saat ini, partai politik menjadi satu pilar utama karena peranannya yang sangat penting, seperti dalam proses seleksi kepemimpinan nasional dan pengisian jabatan publik. Dan kenyataannya saat ini, mayoritas parpol belum maksimal menjalankan mekanisme kaderisasi yang semestinya sehingga kerap terjadi politik kekerabatan.
Selain itu, partai politik juga sering memotong mata rantai kaderisasi dengan cara instan yaitu mengutamakan calon atau kandidat dari kalangan terkenal atau publik figur dengan harapan dapat mendulang suara untuk kekuasaan dan kekayaan. Akibatnya banyak kader partai yang menjadi pemimpin nasional tidak mampu memikul tugas dan tanggung jawab yang diberikan, dan sering menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kerabatnya. Seperti ungkapan Bung Hatta yang pernah menyatakan, bahwa kaderisasi merupakan bagian dari kerangka kebangsaan.
Uang dapat menciptakan persaingan tidak sehat dan konflik dalam beberapa situasi.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal ini mungkin terjadi:
1. Persaingan Mencolok:
Ketika uang menjadi faktor dominan dalam suatu situasi atau lingkungan, seperti dalam kompetisi bisnis atau penawaran proyek, itu dapat mendorong persaingan yang intens. Persaingan yang kuat untuk mendapatkan atau menguasai sumber daya finansial dapat memicu praktek-praktek tidak etis, seperti korupsi, penyuapan, atau manipulasi pasar.
2. Kesenjangan Ekonomi:
Kesenjangan ekonomi yang signifikan antara individu atau kelompok juga dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat. Ketika sejumlah kecil orang atau entitas mengendalikan sebagian besar kekayaan atau sumber daya, hal ini dapat memicu ketidakpuasan, ketidakadilan, dan pertentangan sosial antara mereka yang kaya dan mereka yang miskin.
3. Pertentangan Kepentingan:
Uang sering kali menjadi sumber perselisihan dan pertentangan karena mengakibatkan perbedaan kepentingan. Misalnya, di tingkat individu, persaingan yang kuat untuk mencapai keberhasilan finansial dapat mengakibatkan rivalitas dan konflik antara individu yang berusaha mencapai tujuan pribadi mereka. Di tingkat kelompok atau negara, sumber daya finansial yang terbatas dapat menyebabkan persaingan dan konflik atas distribusi kekayaan dan pengaruh.
4. Korupsi dan Ketidakadilan:
Ketika uang digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi keputusan politik, hukum, atau institusi, itu dapat menyebabkan korupsi dan ketidakadilan. Korupsi menciptakan ketidakadilan dalam sistem di mana orang dengan uang dapat memanipulasi aturan dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Hal ini dapat menyebabkan kepercayaan publik yang rendah, polarisasi sosial, dan konflik.