
Banyak Generasih Muda/I masa kini yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi dan mendapatkan gelar Diploma, Sarjana, Magister bahkan Doktor tetapi tidak ada Etika, Moral, Karakter.
Pembinaan karakter itu sangat penting, sebab setinggi apapun Pendidikan, titel, Gelar, dan Golongan kita
tetapi Tidak ada ETIKA dan MORAL dalam Kepribadian maka hancurlah wibawa seseorang.
Lebih baik
Tidak sekolah tetapi memiliki karakter, Etika dan Moral yang baik.
dari pada
Sudah Pendidikan tinggi hingga memiliki gelar Diploma, sarjana, Magister bahkan doktor tetapi Selalu terbuai dalam egois dan Gengsi yang sifatnya menghancurkan nilai-nilai sosial antara sesama.
Kajian diatas yang dimaksud disini adalah;
1. Pembinaan karakter memang merupakan bagian penting dari pendidikan yang harus diberikan kepada generasi muda. Meskipun pendidikan formal dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan, tanpa pembinaan karakter yang baik, seseorang mungkin tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya dengan benar, serta kurang memiliki moral dan etika dalam tindakan mereka.
2. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek akademik tanpa memberikan perhatian pada pembinaan karakter dapat menghasilkan individu yang kurang bertanggung jawab, tidak memiliki rasa empati, dan kurang memiliki etika dalam berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka.
3. Pentingnya pembinaan karakter terletak pada pengembangan nilai-nilai moral, etika, sikap positif, dan keterampilan sosial yang dapat membantu individu dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan nilai, kegiatan ekstrakurikuler, dan peran serta orang tua dan masyarakat dalam memberikan contoh dan bimbingan kepada generasi muda.
4. Penting juga untuk mengakui bahwa pembinaan karakter adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama dalam memberikan pembinaan karakter yang konsisten dan terintegrasi dalam pendidikan formal maupun non-formal.
5. Dengan demikian, pendidikan yang memadukan pembinaan karakter dengan pendidikan formal akan memberikan manfaat yang lebih holistik bagi generasi muda. Pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter yang baik, dapat membantu menghasilkan individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki dampak positif bagi masyarakat.
(Abet Mote)