“PERSPEKTIF REVOLUSI KAUM BORJUIS PAPUA”

Abet Mote

Tulisan ini tentang hidup yang akan berubah menjadi satu kebanggaan oleh Karena itu semua perjuangan itu harus dilakukan oleh setiap manusia untuk wujudkan perubahan sosial kemanusiaan yang lebih extra ordinary.

Untuk melawan penghancuran sistem modernisme maka kaum berjuis Papua harus memperjuangkan hak-hak rakyat Papua dan mengembangkan strategi yang tepat, seperti membangun kesadaran dan solidaritas antar kelompok masyarakat, serta memperjuangkan pengakuan dan perlindungan hak-hak mereka melalui kebijakan publik dan hukum. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk terus memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya mereka, dan memperjuangkan pengakuan dan penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun negara dan masyarakat.

Kalau anda orang Papua?
Percayalah, kawan, keadilan di negeri ini masih ada dan masih hidup. Keadilan masih tetap ditegakkan meski langit akan runtuh. Negara ini ada kelompok paling kuat yang menggontrol, termasuk elit lokal Papua. mereka adalah kelompok mayoritas yang tidak ingin jujur terhadap hukum yang telah disepakati secara kolektif diatas meja. Kalau kamu orang Papua yang dimpin di tanah Papua, Jangan memberikan MATERI kepada kaum kapitalis dengan cara kita yang tidak profesional.

Hindari perbedaan pikiran yang bersifat membodohi rakyat jelata, merusak, menjelekan, menghakimi, menghina sesama individu dan sesamanya. Bagaimana orang papua? kita generasi patut bersyukur dan terus konsisten sampai hari ini dan dalam sepanjang kehidupan ini sebab Peradaban yang dibangun di tanah Papua dengan Kebenaran, keadilan, Kejujuran, kecerdasan, spiritual yang begitu rapih, bersih, sistematis oleh orang-orang yang hebat dan luar biasa untuk orang papua hidup dan berdiri diatas tanah sendiri tanpa bergantung pada siapapun termasuk bergantung pada Indonesia.

Ada banyak dukungan politik datang dari luar papua dengan dalil Agama, Budaya dan Ras masih eksis tapi presentasenya tidak seluas/sebesar dukungan dengan dalil Kemanusiaan, Ketidakadilan, Ketidak’benaran, Marginalisasi, HAM, Kebebasan, Kesetaraan dan Solidaritas.
Itu pentingnya dalam gagasan universalisme kita rakyat tertindas dituntun untuk terus berpikir dan bertindak atas dasar dalil yang secara presentase dukungannya luas dan besar, bukan dalam golongan yang bersifat inklusif.

Mahasiswa diharuskan oleh identitasnya untuk singkapi setiap perubahan/realitas sosial, politik, ekonomi, budaya dan dimensi2 lain yang bisa diintervensi oleh mahasiswa.
Tetapi singkapan mahasiswa itu harus dituntun oleh fakta, data dan logika melalui diskusi, kajian dan riset agar setiap singkapannya tepat sasaran. Aktifkan diskursus tanpa batas waktu dan ruang, perkuat pikiran dan konsolidasi semangat jiwa kemanusiaan. Kibarkan bendera mahasiswa kita ada di tanah rebutan sayang, ketika niat terlahir dari hati, Kami hanya memiliki nilai kebenaran sejarah yang dibalut dengan ideologi nasionalisme Papua menjadi kompas spirit pergerakan rakyat untuk mengakhiri penderitaan.

Mari kita satukan barisan membangun ide berjiwa nasionalisme untuk bongkar kedok kekuasaan di negeri ini, dibutuhkan jiwa-jiwa ideal mendidik pendidikan kritis kritik atas praksis Neo liberalisasi dan standardisasi pendidikan original. Pendidikan pembentukan karakter sangat dibutuhkan dalam rangka menaklukkan tantangan zaman untuk itu Kemampuan pada mempertahankan eksistensi dari situasi sosial, Kemampuan pada melindungi hak hidup agar Uang tidak cukup, materi dan teori jauh lebih penting oleh karena itu, para pengemar Pemimpin MEUWO wajib berdialog dan berdiskusi sejauh mungkin. menjual bongkar kedok buatan Jakarta diatas tanahnya sendiri di papua. Apalagi dalam suasana politik hari-hari ini yang sangat sengit, kalau di salah posisikan aksi mahasiswa bisa membuat realitas politik berubah menjadi absurd, blur dan rusak tatanan politik, yang berakibat pada konflik yang tidak sehat itu.

Kita diselamatkan agar kita menjadi panutan untuk orang lain, bukan untuk mengecewakan sesama yang lain. “Orang non papua yang datang dalam jumlah besar-besaran ini Tujuan untuk menduduki wilayah DOB, orang non papua yang datang untuk menguasai Ekonomi papua. disitu pemerintah setempat tidak lagi ketat untuk mengontrol tatanan wilayahnya tapi rakyat orang asli Papua lh yang korban utama.

Untuk mengakhiri penderitaan rakyat, jangan ada perjanjian yang terselubung yang nantinya akan mengorbankan anak cucu masa depan. Kau pemimpin orang asli Papua belajar membebaskan diri tanpa syarat dengan mengikuti bagaimana perkembangan geo-politik global serta bagaimana kita bisa menciptakan muf-politik agar kita bisa dapat memanah pada target yang kita bidik.

Hari ini kita jadi penonton sementara geo-politik memancing kita untuk berperan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Papua. Memang Papua itu unik dan menggelitik. Pemerintah di Papua memiliki ribuan pemimpin orang asli Papua yang mengusung hanya satu tema dasar yaitu, merebut pemimpin Papua dan tidak membangun manusia Papua dan alamnya itu maksudnya kapitalisme global.

Elit Penguasa Papua dapat menghancurkan harga diri suatu bangsa Papua melalui beberapa cara, antara lain:

  1. Memperkenalkan kebijakan diskriminatif: Penguasa dapat memperkenalkan kebijakan yang membatasi hak-hak dan kebebasan warga negara tertentu, seperti minoritas etnis atau agama. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak adil dan merendahkan harga diri kelompok tersebut, serta mengurangi kepercayaan pada pemerintah dan negara.
  2. Menerapkan kebijakan ekonomi yang merugikan: Penguasa dapat menerapkan kebijakan ekonomi yang merugikan kelompok masyarakat tertentu, seperti kebijakan yang menguntungkan kelompok kaya atau asing dan merugikan kelompok miskin atau lokal. Hal ini dapat menimbulkan kemiskinan, ketidakadilan, dan rasa rendah diri di kalangan masyarakat.
  3. Membatasi kebebasan pers dan informasi: Penguasa dapat membatasi kebebasan pers dan informasi, yang dapat membatasi akses masyarakat terhadap informasi yang benar dan objektif. Hal ini dapat memicu rasa tidak percaya dan merendahkan harga diri masyarakat, serta meningkatkan ketidakpuasan dan ketidakstabilan.
  4. Meningkatkan kekerasan dan tindakan represif: Penguasa dapat meningkatkan kekerasan dan tindakan represif untuk menindas kritik dan oposisi politik, serta menekan hak-hak dan kebebasan warga negara. Hal ini dapat menciptakan suasana ketakutan dan merendahkan harga diri masyarakat, serta memperburuk situasi politik dan sosial.
  5. Dll Simpul:
    Parah pengemar pemimpin wajib’ di utamakan kontribusi persolan demi persoalan untuk itu harus akumulasi soal, penting kalkulasi untuk menjawabnya agar ada solusi yang tepat pada sasarannya.!

Refleksi
Penulis Adalah Abet Mote