“BIDADARI SURGA”

Pilihan telakhir ku mama

Ibu…
Saat ini aku bukan anak kecil
Yang dulu kautimang dan kaumanja
Kau ajarkan aku berbicara dan berjalan
Hingga akhirnya aku dapat berjalan di atas bumi ini”
Aku rindu dengan tangan lembutmu
Tangan yang dulu kauusap pada kepalaku

Kau begitu istimewa dihatiku
kau begitu perkasa dijiwaku
kasih sayangmu begitu besar terhadapku
Aku sangat menyayangimu di hati dan jantungku
kau begitu nomer satu dilubuk hatiku
Kasih sayangmu tak terhingga sepanjang massaku
Ibu Miss you
Kaulah pahlawan di hatiku

Kini tiada berenti air mata ini tak mampu kutahan
Mengalir dengan sendirinya perlahan
Peluk hangatmu tak lagi kurasakan
Belaian lembutmu tak lagi kudapatkan selain (Mom Epa Gobai obai)

Maafkan aku ibu yang semala ini (Amoye) belum mampu membahagiakanmu
Tapi kau sudah memenuhi panggilan Tuhanmu sehingga ku tak perna jatuh

Aku merasa lemah tak ada lagi yang memberiku ceramah setiap hariku
Memberi nasehat setiap tindakanku
Aku masih tak percaya aba-aba mu
Tapi kini ku kerjakan sendiri saat momen bulan natal Desember 2022.
karena sejatinya seorang ibu ingin melihat anak-anaknya hidup bahagia dan bangga melihat kesuksesannya.”

Selaksa bidadari surga
Terasa damai dan bersahaja
Senyum manis membuat terkesima
Nasehatnya begitu bermakna (Noukai)

Terus hadir dalam sapa
Ibu adalah segalanya
Sulit untuk terelakkan
Memberi kedamaian dan kesejahteraan

Sungguh mulia pengorbanannya
Terpatri dalam jiwa
Syair indah membuat hati terpana
Tanpa dirimu kami semua bukan siapa

Sembilan bulan sepuluh hari
Bukti nyata
Bukan sekedar kisah
Disini perlahan mulai tumbuh bersemi
Menjadi bukti bukan ilusi.

IBU-Aku tidak pandai merangkai kata
Tetapi aku ingin bercerita tentang kisahmu
Aku tidak pandai melukis
Tetapi aku ingin melukis senyum indah diwajahmu(mama)

Meskipun kau lelah, tak pernah kau menyerah
Meskipun ragamu bersimbah peluh, tak pernah sedikitpun kau mengeluh
Yang ku lihat hanya senyum tawa dibibirmu

Usiamu terus bertambah tua
Wajahmu berubah mengerut
Rambutmu berubah putih(swih mom)
Tetapi hatimu tak pernah berubah,
Kasih sayangmu tak pernah berubah, terus mengalir sepanjang masa

Aku bagai setitik debu yang bisa perlahan menghilang tertiup angin
Bagai ranting rapuh tanpamu menguatkanku
Pelindung disaat takut
Pengobat disaat luka

Semoga dimasa tuamu
Diakhir masa hidupmu
Aku bisa mengukir kebahagiaan untukmu
Wahai surgaku,
malaikat tak bersayapku (Nokao Epa Gobai)

Ibu, sesosok perumpuan sederhana penuh istimewa, serta sesosok perempuan tangguh dengan ribuang kasih yang senantiasa membersamainya.
Ribuan kata yang terangkai, ‘tak pernah cukup dalam mengisahkannya. Dengan segala adorasi yang ia curahkan, ‘tak pernah sedikit pun terbesit rasa untuk terbalaskan.
lbu, sesosok perempuan dengan segala ketulusan yang ia miliki.”

Ibu, terima kasih telah melahirkanku ke dunia ini. Tuhan, terima kasih karena telah menitipkanku terhadap malaikatmu yang kusebut Ibu Epa Gobai. Maaf, anak ini belum bisa membanggakanmu, mom. Namun, aku akan memberikan yang terbaik untukmu ibu, agar kelak Ibu tersenyum bahagia melihat aku memenuhi harapanmu.

Surga itu tak hanya terletak di kaki ibu. Surga juga terletak di hati, pikiran, dan segalanya yang melekat padamu.
( I love you, My mother )

( Selamat hari ibu sedunia momQu )

Penyair adalah anak bungsu yang ke 13 anak lelaki selera//Abet.